Pasar Takjil dan Pangan Lokal Desa Terong Jadi Titik Awal Kebangkitan Ekonomi Kolektif Warga
Menolak Lupa : Kisah Reklamasi Bekas Tambang Timah yang Dipelopori Masyarakat Menuju Sebuah Cita-Cita Mulia
Keseharian Nelayan Tradisional Desa Wisata Kreatif Terong : Bersandar pada Laut, Menjaga Bakau, Merawat Masa Depan
Bukan Sekedar Hadir, Desa Wisata Kreatif Terong Belitung Bersinar di Travel Meet Asia 2025
Kunjungan Wisata Edukatif Yang Mengagumkan Dari Wakil Menteri Pariwisata RI
Desa Terong, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung kembali menunjukkan denyut kebersamaan dan semangat kemandirian warganya melalui kegiatan Pasar Takjil dan Aneka Makanan Tradisional serta Hasil Perkebunan Masyarakat yang digelar pada Minggu, 1 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman gerai koperasi desa ini tidak hanya menjadi ruang ekonomi sementara di bulan Ramadhan, tetapi juga menjadi momentum penting kebangkitan ekonomi desa berbasis kesadaran kolektif.
Pasar takjil ini menghadirkan beragam kuliner tradisional khas Desa Terong, mulai dari jajanan pasar, kue basah, minuman tradisional, hingga aneka lauk berbuka puasa yang diolah langsung oleh warga desa. Tidak hanya itu, hasil perkebunan masyarakat seperti sayur mayur segar, umbi-umbian, dan produk olahan rumahan turut meramaikan lapak-lapak yang dikelola secara mandiri oleh warga.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Pemerintah Desa Terong dan Kodim 0414 Belitung, sebagai bagian dari upaya sosialisasi dan pengenalan fungsi strategis gerai koperasi desa yang pembangunannya telah rampung 100 persen.

Gerai Koperasi Desa Merah Putih Telah 100 % Rampung
Pasar takjil kali ini memiliki makna yang lebih dalam karena menjadi aktivitas ekonomi perdana yang memanfaatkan Gerai Koperasi Desa Merah Putih. Gerai ini dibangun sebagai pusat kegiatan ekonomi warga, tempat bertemunya produksi lokal, distribusi, dan konsumsi yang dikelola secara bersama.
Keberadaan gerai koperasi tersebut diharapkan menjadi tulang punggung ekonomi desa ke depan. Melalui koperasi, berbagai jenis usaha warga—baik kuliner, pertanian, perkebunan, UMKM, hingga jasa—akan terintegrasi dalam satu sistem yang adil, transparan, dan berkelanjutan.
Dalam konteks ini, pasar takjil bukan sekadar kegiatan musiman Ramadhan, melainkan bentuk simulasi nyata bagaimana koperasi desa dapat berfungsi sebagai ruang ekonomi hidup yang dikelola oleh dan untuk masyarakat.
Pembagian Beras Gratis untuk 70 Warga Desa
Selain aktivitas ekonomi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembagian beras gratis kepada 70 warga Desa Terong yang dinilai layak menerima bantuan. Pembagian beras ini menjadi wujud kepedulian sosial dan penguatan nilai gotong royong yang selama ini menjadi karakter utama masyarakat desa.
Bantuan tersebut disalurkan secara tertib dan transparan, dengan pendataan yang telah dilakukan sebelumnya oleh pemerintah desa. Bagi warga penerima, bantuan ini sangat berarti, khususnya dalam menghadapi kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan.
Sinergi antara kegiatan ekonomi dan kepedulian sosial ini memperlihatkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keadilan dan keberpihakan kepada warga yang membutuhkan.

Sambutan Kepala Desa: Koperasi sebagai Rumah Bersama Ekonomi Warga
Dalam sambutan seremonialnya, Kepala Desa Terong menyampaikan bahwa pasar takjil dan pembagian beras ini merupakan bagian dari proses panjang membangun kesadaran ekonomi kolektif warga desa.
Ia menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih bukan milik pemerintah desa, bukan milik kelompok tertentu, melainkan rumah bersama seluruh warga Desa Terong. Oleh karena itu, keberhasilan koperasi sangat bergantung pada partisipasi, kepercayaan, dan rasa memiliki masyarakat.
“Kita ingin ekonomi desa ini bergerak dari bawah, dari warga, oleh warga, dan untuk warga. Koperasi ini adalah alatnya, sementara pasar takjil hari ini adalah langkah awalnya,” ujarnya.
Kepala desa juga mengajak seluruh warga untuk tidak ragu terlibat, baik sebagai pelaku usaha, anggota koperasi, maupun konsumen produk lokal desa sendiri.

Arahan Camat Sijuk: Desa Harus Berani Mandiri
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Camat Sijuk yang memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kolaborasi yang terbangun di Desa Terong. Menurutnya, Desa Terong telah menunjukkan contoh bagaimana pembangunan fisik harus diiringi dengan pembangunan sosial dan ekonomi.
Camat menekankan bahwa desa di era saat ini tidak boleh hanya bergantung pada bantuan dari luar, tetapi harus berani membangun kemandirian melalui potensi yang dimiliki. Koperasi desa, menurutnya, adalah instrumen yang sangat relevan untuk menjawab tantangan tersebut.
Ia berharap keberhasilan Desa Terong dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Sijuk dalam mengelola ekonomi berbasis komunitas dan kearifan lokal.
Peran Kodim 0414 Belitung dalam Penguatan Sosial Desa
Perwakilan dari Kodim 0414 Belitung dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen mendukung ketahanan wilayah, termasuk ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat desa.
Menurutnya, desa yang kuat secara ekonomi akan melahirkan masyarakat yang mandiri, berdaya, dan memiliki ketahanan sosial yang baik. Koperasi desa dipandang sebagai sarana strategis untuk membangun stabilitas ekonomi masyarakat dari tingkat paling dasar.
Kodim 0414 Belitung juga mengapresiasi semangat gotong royong warga Desa Terong yang masih terjaga dengan baik dan diharapkan terus menjadi modal sosial utama dalam pembangunan desa ke depan.
Antusiasme Warga dan Pelaku Usaha Lokal
Sejak sore hari, warga Desa Terong tampak antusias mengunjungi pasar takjil. Lapak-lapak sederhana yang berjajar di halaman gerai koperasi menjadi ruang interaksi sosial yang hangat. Anak-anak, orang tua, hingga pemuda desa turut meramaikan suasana.
Bagi para pelaku usaha kuliner, kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus uji pasar. Banyak di antara mereka yang baru pertama kali mencoba menjual produknya secara terbuka, dan merasakan langsung respon positif dari masyarakat.
Hasil penjualan yang cukup menggembirakan menjadi bukti bahwa potensi ekonomi lokal Desa Terong sangat besar jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.

Harapan ke Depan: Bangkit Bersama Melalui Koperasi
Dengan selesainya pembangunan gerai koperasi desa dan dimulainya aktivitas ekonomi warga, harapan besar kini tertuju pada keberlanjutan gerakan ini. Pemerintah desa bersama seluruh pemangku kepentingan berharap agar kesadaran kolektif warga terus tumbuh untuk menggerakkan ekonomi desa secara bersama-sama.
Ke depan, Koperasi Desa Merah Putih direncanakan akan mengelola berbagai unit usaha, mulai dari distribusi kebutuhan pokok, pemasaran produk UMKM, hingga pengelolaan usaha berbasis pariwisata desa.
Pasar takjil pada 1 Maret 2026 ini menjadi penanda bahwa Desa Terong tidak hanya membangun gedung dan infrastruktur, tetapi juga membangun harapan, kepercayaan, dan masa depan ekonomi yang berakar kuat pada nilai kebersamaan.
Desa Terong bergerak, warga bangkit, ekonomi desa tumbuh—bersama koperasi, untuk masa depan yang lebih mandiri.
Penulis : Iswandi