Belajar Kehidupan Autentik Masyarakat Belitung
Membawa Cerita Desa Belitung ke Panggung Nasional
Tingkatkan Keterampilan dan Kompetensi, BVPB Belitung Bersama Pemerintah Desa Terong Gelar Pelatihan Pembuatan Roti Dasar
Dari Desa Wisata Konservatif Menuju Green Business, Blue Economy, Sustainable Tourism, dan Cultural Immersion
Kesiapan Desa Wisata Kreatif Terong Belitung Menyambut Penerbangan Internasional Scoot
Selama lima hari empat malam, para siswa diajak menyelami kehidupan masyarakat lokal melalui serangkaian aktivitas wisata edukasi, pengenalan budaya, konservasi lingkungan, petualangan alam, hingga pengalaman menikmati kuliner tradisional Belitung. Bukan sekadar perjalanan wisata, program ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk belajar dari kehidupan nyata, membangun kemandirian, mengembangkan karakter, serta memahami pentingnya menjaga warisan budaya dan kelestarian lingkungan.
Desa Wisata Kreatif Terong menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda: sebuah perjalanan yang mempertemukan pendidikan dengan kehidupan, pengetahuan dengan pengalaman, serta generasi muda dengan kekayaan budaya dan alam Indonesia.
Menginap di Homestay, Merasakan Kehangatan Kehidupan Masyarakat Desa
Salah satu keistimewaan program Live in Village adalah pengalaman menginap di homestay milik masyarakat setempat. Selama mengikuti kegiatan, para siswa tidak hanya menjadi wisatawan yang datang dan pergi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari warga Desa Terong.
Melalui interaksi langsung dengan keluarga tuan rumah, peserta dapat mengenal kebiasaan masyarakat, nilai gotong royong, keramahan, kesederhanaan, serta cara masyarakat mempertahankan tradisi di tengah perkembangan zaman.
Pengalaman tinggal di homestay juga membuka ruang pembelajaran mengenai kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat desa. Para siswa dapat melihat bagaimana sektor pariwisata memberikan peluang bagi keluarga lokal untuk mengembangkan usaha, menyediakan layanan akomodasi, memperkenalkan kuliner tradisional, dan berpartisipasi dalam kegiatan wisata berbasis masyarakat.
Bagi peserta didik, pengalaman seperti ini memiliki nilai pendidikan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di kelas. Mereka belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, menghargai perbedaan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta memahami bahwa setiap komunitas memiliki pengetahuan dan kearifan yang berharga.
Di Desa Wisata Kreatif Terong, masyarakat bukan sekadar pelengkap perjalanan wisata. Mereka merupakan bagian utama dari pengalaman belajar yang menjadikan setiap aktivitas lebih bermakna.
Belajar Budaya Belitung, Mengenal Identitas dan Kearifan Lokal
Belitung memiliki kekayaan budaya yang tumbuh dari kehidupan masyarakat Melayu, tradisi pesisir, hubungan manusia dengan alam, serta kebiasaan sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Dalam program ini, siswa Highfield School diajak mengenal budaya Belitung melalui pengalaman langsung yang dikemas secara menyenangkan dan partisipatif. Peserta dapat mempelajari nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi masyarakat, mengenal kesenian lokal, serta memahami bagaimana budaya menjadi bagian penting dari identitas sebuah daerah.
Pembelajaran budaya tidak berhenti pada penjelasan sejarah atau pengenalan benda-benda tradisional. Siswa didorong untuk terlibat, bertanya, mencoba, dan berinteraksi dengan pelaku budaya setempat.
Salah satu aktivitas menarik adalah belajar tarian tradisional Belitung. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada gerakan, irama, ekspresi, dan makna kebersamaan dalam seni tari. Mereka memperoleh kesempatan untuk mencoba gerakan dasar dan merasakan secara langsung proses mempelajari kesenian tradisional.
Aktivitas ini sekaligus menjadi media untuk menumbuhkan apresiasi terhadap para pelaku seni lokal, khususnya generasi muda yang berperan dalam menjaga keberlanjutan kesenian daerah.
Belajar menari bersama masyarakat juga menghadirkan pengalaman lintas budaya yang menyenangkan. Para siswa tidak hanya membawa pulang kenangan perjalanan, tetapi juga pemahaman bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan yang patut dikenal, dihormati, dan dilestarikan.
Konservasi Hutan Mangrove: Belajar Menjaga Masa Depan Bumi
Dari kehidupan budaya, perjalanan berlanjut menuju salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir Belitung, yaitu hutan mangrove.
Melalui aktivitas edukasi dan konservasi mangrove di kawasan wisata Desa Terong, para siswa diajak mengenal fungsi hutan mangrove sebagai pelindung pesisir, habitat berbagai jenis biota, tempat hidup dan mencari makan bagi satwa, serta bagian penting dari keseimbangan ekosistem laut dan daratan.
Pembelajaran dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap lingkungan mangrove, pengenalan vegetasi pesisir, dan diskusi mengenai hubungan antara aktivitas manusia dengan kelestarian alam. Peserta juga dapat mengikuti kegiatan konservasi sesuai kondisi lapangan dan arahan pendamping setempat.
Pengalaman belajar di alam memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami persoalan lingkungan secara lebih nyata. Mereka dapat melihat bahwa sampah, kerusakan vegetasi, dan pemanfaatan sumber daya yang tidak bertanggung jawab dapat memengaruhi keberlangsungan ekosistem.
Sebaliknya, upaya menjaga kawasan mangrove dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus mendukung kehidupan masyarakat melalui kegiatan edukasi, wisata alam, dan pengembangan ekonomi lokal yang bertanggung jawab.
Bagi generasi muda, pengalaman ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau kelompok pemerhati alam, melainkan tanggung jawab bersama.
Desa Wisata Kreatif Terong memandang ekowisata sebagai sarana untuk menghubungkan pengalaman berwisata dengan pendidikan lingkungan. Alam bukan sekadar objek untuk dinikmati, tetapi ruang belajar yang mengajarkan manusia tentang keseimbangan, tanggung jawab, dan keberlanjutan.
Hiking Bukit Tebalu: Petualangan, Ketangguhan, dan Cinta Alam
Petualangan semakin lengkap melalui kegiatan hiking di Bukit Tebalu, salah satu daya tarik alam yang menjadi bagian dari pengalaman wisata Desa Terong.
Perjalanan mendaki menghadirkan tantangan fisik sekaligus kesempatan bagi peserta untuk mengenal bentang alam Belitung dari sudut pandang berbeda. Sepanjang perjalanan, siswa dapat mengamati vegetasi, mengenal lingkungan perbukitan, menikmati suasana alam, dan memahami pentingnya menjaga kawasan hutan.
Hiking juga menjadi sarana pembelajaran karakter. Setiap langkah mengajarkan arti kesabaran, kedisiplinan, ketangguhan, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama anggota kelompok.
Ketika menghadapi jalur yang menantang, peserta belajar mengikuti arahan pemandu, menjaga ritme perjalanan, memperhatikan keselamatan, dan saling mendukung agar seluruh anggota kelompok dapat menyelesaikan kegiatan dengan baik.
Di tengah perkembangan teknologi digital, pengalaman berjalan menyusuri alam memberikan kesempatan bagi siswa untuk sejenak menjauh dari rutinitas layar dan kembali membangun hubungan dengan lingkungan sekitar.
Bukit Tebalu bukan hanya tentang mencapai tujuan pendakian. Lebih dari itu, perjalanan ini mengajarkan bahwa alam memiliki nilai pendidikan yang besar dan perlu dijaga agar tetap dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.
Kegiatan hiking dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi cuaca, kesiapan peserta, pendampingan, dan prinsip keselamatan selama perjalanan.
Makan Bedulang: Menikmati Kuliner, Memahami Makna Kebersamaan
Tidak lengkap rasanya mengenal Belitung tanpa mencicipi kekayaan kuliner tradisionalnya.
Salah satu pengalaman yang menjadi bagian penting dari program Live in Village adalah makan bedulang, tradisi makan bersama yang mencerminkan nilai kebersamaan, penghormatan, dan kekeluargaan dalam masyarakat Melayu Belitung.
Dalam tradisi ini, beragam hidangan disajikan dalam dulang untuk dinikmati bersama. Peserta diperkenalkan pada tata cara makan, ragam masakan tradisional, serta nilai sosial yang menyertai kebiasaan tersebut.
Makan bedulang bukan semata-mata aktivitas mencicipi makanan. Tradisi ini mengajarkan pentingnya berbagi, menghormati orang lain, menjaga kesopanan, dan membangun hubungan yang harmonis di antara orang-orang yang duduk bersama.
Bagi siswa Highfield School, pengalaman ini menjadi cara yang menarik untuk mempelajari budaya melalui gastronomi. Mereka dapat mengenal bahan pangan lokal, cita rasa masakan Belitung, dan hubungan antara makanan dengan sejarah serta kehidupan masyarakat.
Pengalaman kuliner berbasis budaya juga membuka pemahaman bahwa makanan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga keberlanjutannya.
Melalui pendekatan wisata gastronomi, Desa Wisata Kreatif Terong memperkenalkan Belitung tidak hanya sebagai destinasi dengan pantai yang indah, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki cerita, tradisi, dan identitas kuliner yang khas.
Menjelajahi Kehidupan Desa melalui Wisata Edukasi
Program Live in Village dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang beragam. Selain mengenal budaya, mengikuti aktivitas konservasi, hiking, dan menikmati kuliner tradisional, peserta juga berkesempatan mengenal kehidupan masyarakat melalui berbagai aktivitas wisata edukasi yang menjadi bagian dari potensi Desa Terong.
Kegiatan dapat mencakup pengenalan pertanian dan agrowisata sayur, pengetahuan mengenai produk lokal, interaksi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pengenalan kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan lingkungan dan sumber daya setempat.
Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat mengembangkan potensi desa menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.
Mereka belajar bahwa sayuran yang dikonsumsi sehari-hari membutuhkan proses budidaya, keterampilan, dan perawatan. Produk kerajinan lokal mengandung kreativitas dan pengetahuan yang diwariskan. Sementara itu, usaha kuliner dan homestay menunjukkan bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Inilah esensi wisata edukasi berbasis desa: memberikan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik nyata.
Setiap aktivitas dirancang untuk membuka wawasan peserta tentang pentingnya kreativitas, kewirausahaan, pelestarian budaya, dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, desa menjadi ruang pembelajaran terbuka yang memperkenalkan berbagai profesi, keterampilan, dan nilai kehidupan yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.
Menghubungkan Desa Wisata, Memperluas Pengalaman Menjelajahi Belitung
Salah satu keunggulan pendekatan pengembangan paket wisata Desa Wisata Kreatif Terong adalah upaya mengintegrasikan pengalaman wisata dengan sejumlah desa wisata lain di Pulau Belitung.
Pendekatan ini dikembangkan agar wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih luas, beragam, dan saling melengkapi. Setiap desa memiliki karakter, tradisi, dan daya tarik tersendiri yang dapat memperkaya perjalanan.
Desa Wisata Baru, Manggar, Belitung Timur: Tradisi dan Kehidupan Pesisir
Melalui integrasi perjalanan dengan Desa Wisata Baru di Manggar, Kabupaten Belitung Timur, wisatawan dapat mengenal lebih jauh tradisi makan bedulang serta tradisi perahu kater yang menjadi bagian dari pengenalan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.
Perahu kater menjadi pintu masuk untuk memahami hubungan masyarakat dengan wilayah perairan, tradisi pesisir, serta pengetahuan lokal yang berkembang seiring kehidupan masyarakat.
Bagi peserta program pendidikan, pengalaman lintas desa ini memberikan perspektif baru tentang keberagaman budaya dalam satu pulau. Meskipun memiliki kedekatan geografis, setiap komunitas dapat mempunyai ciri khas tradisi, cerita, dan praktik kehidupan yang berbeda.
Integrasi tersebut juga membuka peluang bagi desa-desa wisata untuk saling memperkenalkan produk unggulan, memperluas jaringan kerja sama, serta mendistribusikan manfaat pariwisata kepada lebih banyak masyarakat.
Desa Wisata Keciput: Menjelajahi Pulau-Pulau Eksotis Belitung
Perjalanan dapat dilengkapi dengan pengalaman bahari melalui Desa Wisata Keciput, Kabupaten Belitung, yang menjadi salah satu pintu untuk mengenal keindahan pulau-pulau eksotis di kawasan Belitung.
Jelajah pulau menawarkan pengalaman menikmati bentang alam pesisir, perairan jernih, formasi batu granit, dan keunikan lanskap kepulauan yang telah menjadi daya tarik utama Belitung.
Di balik keindahan tersebut, peserta juga dapat diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan pantai, menghormati ekosistem laut, dan menerapkan perilaku wisata yang bertanggung jawab.
Pengalaman bahari ini melengkapi pembelajaran di Desa Terong. Jika kegiatan live-in memperkenalkan kehidupan masyarakat dan ekosistem daratan, perjalanan ke kawasan kepulauan memperluas pemahaman peserta terhadap hubungan manusia dengan laut.
Dengan mengintegrasikan Desa Wisata Kreatif Terong, Desa Wisata Baru, dan Desa Wisata Keciput, perjalanan wisata tidak berhenti pada satu destinasi. Wisatawan memperoleh rangkaian pengalaman yang menghubungkan budaya, gastronomi, kehidupan pesisir, konservasi, dan petualangan bahari.
Integrasi antardesa wisata juga menjadi strategi untuk memperkuat kolaborasi pelaku pariwisata lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ekowisata dan Cultural Immersion: Berwisata dengan Makna
Program Live in Village Highfield School memperlihatkan bagaimana ekowisata dan cultural immersion dapat diterapkan sebagai pendekatan pembelajaran yang saling melengkapi.
Ekowisata menekankan pengalaman mengenal alam dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan manfaat bagi masyarakat setempat. Sementara itu, cultural immersion memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk terlibat lebih dekat dalam kehidupan, kebiasaan, dan kebudayaan masyarakat lokal.
Ketika kedua pendekatan tersebut dipadukan, perjalanan wisata menjadi lebih dari sekadar kunjungan ke tempat-tempat menarik.
Siswa tidak hanya melihat hutan mangrove, tetapi mempelajari fungsinya. Mereka tidak hanya menikmati pertunjukan tari, tetapi mencoba memahami proses pewarisan budaya. Mereka tidak hanya menyantap makanan tradisional, tetapi mengenal nilai kebersamaan di balik tradisi makan bedulang.
Demikian pula ketika menginap di homestay, peserta tidak hanya memperoleh tempat beristirahat, tetapi berkesempatan membangun hubungan dengan masyarakat dan memahami kehidupan desa dari dekat.
Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang mendorong pembelajaran kontekstual, pengalaman langsung, pengembangan karakter, dan peningkatan kesadaran terhadap isu-isu lingkungan serta keberagaman budaya.
Desa Wisata Kreatif Terong berupaya menjadikan potensi alam dan budaya sebagai sumber pembelajaran sekaligus kekuatan ekonomi masyarakat.
Desa Wisata Kreatif Terong, Destinasi Pembelajaran Masa Depan
Kunjungan Highfield School Duren Sawit Jakarta pada 12–16 Oktober 2026 menjadi gambaran bagaimana desa wisata dapat berperan sebagai mitra pendidikan sekaligus destinasi wisata minat khusus.
Melalui program lima hari empat malam, para peserta memperoleh kesempatan untuk belajar budaya, berinteraksi dengan masyarakat, mengenal ekosistem mangrove, mendaki Bukit Tebalu, menikmati tradisi makan bedulang, serta memperluas pengalaman melalui jejaring desa wisata di Pulau Belitung.
Bagi masyarakat, kunjungan semacam ini membuka ruang partisipasi dalam pengembangan pariwisata. Pengelola homestay, pemandu lokal, pelaku seni, petani, pengrajin, penyedia kuliner, dan kelompok masyarakat lainnya dapat mengambil bagian dalam menciptakan pengalaman wisata yang autentik dan berkualitas.
Bagi dunia pendidikan, program ini menawarkan alternatif kegiatan pembelajaran luar kelas yang mempertemukan siswa dengan realitas sosial, budaya, dan lingkungan secara langsung.
Sementara bagi pariwisata Belitung, integrasi paket lintas desa wisata memperkuat posisi destinasi sebagai kawasan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman belajar dan interaksi budaya yang mendalam.
Ke depan, pengembangan program seperti ini berpotensi memperluas pasar wisata minat khusus, termasuk program sekolah, educational trip, student exchange, cultural immersion, live-in experience, dan perjalanan berbasis keberlanjutan.
Desa Wisata Kreatif Terong percaya bahwa desa bukan sekadar tempat untuk dikunjungi, melainkan ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun kepedulian terhadap masa depan.
Melalui semangat dari desa untuk bangsa, setiap perjalanan diharapkan menghadirkan manfaat bagi wisatawan, memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap identitas lokal, dan mendorong pelestarian alam serta budaya Indonesia.
Mari Belajar, Bertualang, dan Bertumbuh Bersama Desa Wisata Kreatif Terong!
Bagi sekolah, institusi pendidikan, komunitas, maupun penyelenggara perjalanan yang ingin menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas, program Live in Village Desa Wisata Kreatif Terong dapat menjadi pilihan untuk mengenal Indonesia melalui kehidupan masyarakatnya.
Rasakan pengalaman menginap di homestay, belajar budaya Belitung, menjelajahi hutan mangrove, mendaki Bukit Tebalu, menikmati gastronomi lokal, serta menghubungkan perjalanan dengan desa-desa wisata lain yang menyimpan keunikan tersendiri.
Desa Wisata Kreatif Terong — tempat alam menjadi ruang belajar, budaya menjadi jembatan persahabatan, dan perjalanan menjadi pengalaman yang bermakna.
Dari Desa untuk Bangsa.
Penulis : Iswandi (Perintis Dan Pengelola Desa Wisata Kreatif Terong Belitung)