Membawa Cerita Desa Belitung ke Panggung Nasional

3x 01-10-2026 17:39:34 Berita

Sebuah desa tidak pernah benar-benar kecil ketika memiliki cerita besar untuk dibagikan.
Kalimat itulah yang terasa tepat untuk menggambarkan langkah Desa Wisata Kreatif Terong, Belitung, ketika terpilih menjadi salah satu desa wisata yang hadir dalam kegiatan Pameran dan Business Gathering 9th Annual Convention SPK di Auditorium SIS NEJ Jakarta pada 9 September 2026.
Bersama tiga desa wisata pilihan lainnya, yaitu Desa Wisata Les, Bali, Desa Wisata Sudaji, Bali, dan Desa Wisata Krebet, Yogyakarta, Desa Wisata Kreatif Terong mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan potensi, kreativitas, produk, pengalaman wisata, sekaligus cerita perubahan desa kepada para peserta dan jejaring yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Bagi Desa Terong, kehadiran di Jakarta bukan sekadar mengikuti sebuah pameran. Lebih dari itu, kesempatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan sebuah gagasan: bahwa desa dapat tumbuh melalui kekuatan lokal, kreativitas masyarakat, pelestarian alam, kebudayaan, pendidikan, gastronomi, dan pengalaman wisata yang autentik.

Dari desa kecil menuju ruang perjumpaan nasional
Desa Wisata Kreatif Terong selama bertahun-tahun membangun ekosistem pariwisata yang bertumpu pada potensi masyarakat dan lingkungan desa.mPerjalanan tersebut tidak dibangun dalam satu malam.
Sejak mulai mengembangkan pariwisata desa pada 2013, berbagai potensi lokal perlahan diolah menjadi pengalaman yang dapat dinikmati wisatawan. Alam tidak hanya dipandang sebagai objek untuk dikunjungi, tetapi menjadi ruang belajar. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi menjadi pelaku utama.
Dari sinilah lahir berbagai aktivitas seperti jelajah mangrove, trekking Bukit Tebalu, agrowisata, aktivitas bersama masyarakat, kuliner tradisional, makan bedulang, cooking class, kerajinan, seni budaya, kehidupan masyarakat pesisir, hingga pengalaman tinggal dan berinteraksi langsung dengan warga desa.
Konsep yang dibangun bukan sekadar sightseeing, melainkan pengalaman yang memungkinkan wisatawan mengenal desa secara lebih dekat.

Wisatawan datang bukan hanya untuk melihat.
Mereka datang untuk merasakan, belajar, berinteraksi, dan membawa pulang cerita.
Inilah semangat cultural immersion yang terus dikembangkan Desa Wisata Kreatif Terong.

Empat desa, empat cerita, satu semangat
Kehadiran Desa Wisata Kreatif Terong bersama Desa Wisata Les, Desa Wisata Sudaji, dan Desa Wisata Krebet memberikan warna tersendiri dalam kegiatan pameran dan business gathering tersebut.
Keempat desa memiliki karakter dan kekayaan yang berbeda.
Ada desa yang kuat dengan kehidupan pesisir dan ekosistem laut. Ada yang menawarkan kekayaan pertanian, budaya, dan kehidupan masyarakat. Ada pula desa yang dikenal dengan kerajinan serta kreativitas masyarakatnya.

Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan.
Pameran bukan hanya menjadi ruang untuk menunjukkan produk dan destinasi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antardesa untuk saling belajar.
Desa Terong membawa cerita tentang Belitung dari perspektif desa—tentang hutan mangrove, bukit, bekas kawasan tambang timah yang direvitalisasi menjadi ruang edukasi dan wisata, pertanian, kehidupan masyarakat, budaya, kuliner, serta semangat masyarakat membangun ekonomi dari potensi yang dimiliki.

Sementara desa-desa lainnya membawa cerita masing-masing.
Dari perjumpaan tersebut muncul sebuah pesan penting : Indonesia memiliki begitu banyak desa dengan karakter yang berbeda, tetapi memiliki cita-cita yang sama—menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bukan hanya menjual destinasi
Salah satu hal menarik dari keikutsertaan Desa Wisata Kreatif Terong adalah bagaimana sebuah desa mencoba mengubah cara pandang terhadap pariwisata.
Pariwisata tidak harus selalu berbicara tentang hotel besar, destinasi populer, atau tempat-tempat yang sudah dikenal luas.
• Ada nilai besar dalam pengalaman sederhana.
• Memetik sayuran bersama petani.
• Berjalan menyusuri mangrove.
• Mengenal kehidupan nelayan.
• Belajar memasak makanan khas Belitung.
• Duduk bersama masyarakat sambil menikmati makan bedulang.
• Mendengarkan cerita lokal.
• Berjalan menuju bukit.
• Mengenal bagaimana masyarakat mengelola lingkungan.
• Atau sekadar menikmati suasana desa yang jauh dari hiruk-pikuk kota.
Pengalaman-pengalaman tersebut justru semakin relevan bagi wisatawan yang mencari perjalanan bermakna.
Karena setelah sebuah perjalanan selesai, yang sering kali paling diingat bukan hanya tempat yang dikunjungi, tetapi **cerita dan manusia yang ditemui sepanjang perjalanan.**

Business gathering membuka peluang baru
Keikutsertaan dalam business gathering juga memiliki arti penting bagi pengembangan Desa Wisata Kreatif Terong. Selama ini desa wisata sering kali memiliki potensi yang besar, tetapi belum semuanya memiliki akses yang luas kepada pasar.
Karena itu, mempertemukan desa dengan dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, mitra perjalanan, dan berbagai jaringan lainnya menjadi bagian penting dari pengembangan pariwisata berkelanjutan.
• Desa tidak cukup hanya memiliki produk.
• Desa juga perlu membangun jejaring.
• Desa perlu memahami kebutuhan pasar.
• Desa perlu meningkatkan kualitas pelayanan.
• Desa perlu mampu mengemas pengalaman.
• Dan yang tidak kalah penting, desa harus mampu menjaga identitasnya.
Dalam konteks inilah kegiatan business gathering menjadi kesempatan untuk membuka percakapan baru.
Bukan semata-mata tentang berapa banyak wisatawan yang akan datang, tetapi tentang bagaimana membangun kemitraan yang memberikan manfaat bagi masyarakat desa dalam jangka panjang.

Dari Belitung membawa pesan “dari desa untuk bangsa”
Kehadiran Desa Wisata Kreatif Terong di Jakarta juga menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk memperkenalkan semangat :
Dari desa untuk bangsa.
Sebuah desa dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar daripada yang sering dibayangkan.
• Desa dapat menjadi ruang belajar.
• Desa dapat menjadi pusat inovasi.
• Desa dapat menjadi tempat pelestarian budaya.
• Desa dapat menjadi ruang konservasi alam.
• Desa dapat menjadi sumber pangan.
• Desa dapat menjadi tempat tumbuhnya ekonomi kreatif.
• Dan desa juga dapat menjadi destinasi wisata yang memberikan pengalaman berkualitas.
Apa yang dilakukan Desa Terong berangkat dari keyakinan sederhana bahwa pembangunan tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar.
Kadang-kadang pembangunan dimulai dari satu kelompok masyarakat yang mau bergerak.
• Dari satu ide.
• Dari satu kegiatan kecil.
• Dari satu orang yang percaya bahwa potensi desa dapat dikembangkan.
• Kemudian ide tersebut tumbuh menjadi gerakan bersama.
Mengubah potensi menjadi pengalaman
Desa Wisata Kreatif Terong memiliki sejumlah potensi yang terus dikembangkan menjadi pengalaman wisata.
1. HKM Bukit Tebalu Simpor Laki, menawarkan pengalaman jelajah alam dan petualangan.
2. Kawasan agrowisata mempertemukan wisatawan dengan aktivitas pertanian dan kehidupan masyarakat desa.
3. Aik Rusa’ Berehun** menjadi salah satu ruang yang memperlihatkan bagaimana kawasan bekas aktivitas pertambangan dapat dikembangkan kembali menjadi ruang pertemuan, edukasi, rekreasi, dan kegiatan masyarakat.
4. Sementara kawasan HKM Bakau Pemuda Nelayan Pecinta Alam Terong menghadirkan pengalaman menyusuri ekosistem mangrove dan mengenal kehidupan pesisir.
Keempatnya bukan hanya titik-titik di dalam peta.
Jika dikemas secara tepat, semuanya dapat menjadi bagian dari satu perjalanan utuh tentang kehidupan Desa Terong. Wisatawan dapat datang sebagai tamu dan pulang sebagai bagian dari cerita desa.

Pariwisata yang memberi nilai tambah
Bagi Desa Wisata Kreatif Terong, keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan.
Yang jauh lebih penting adalah seberapa besar kehadiran wisatawan memberikan nilai tambah bagi masyarakat lokal.
• Ketika wisatawan makan, ada pelaku kuliner yang mendapatkan manfaat.
• Ketika wisatawan menggunakan jasa pemandu, ada masyarakat yang memperoleh penghasilan.
• Ketika wisatawan membeli produk UMKM, ada usaha kecil yang berkembang.
• Ketika wisatawan menginap di homestay, manfaat ekonomi masuk ke rumah-rumah warga.
• Ketika wisatawan mengikuti kegiatan pertanian, budaya, atau lingkungan, pengetahuan lokal mendapatkan ruang untuk dihargai.
Dengan demikian, pariwisata menjadi bagian dari rantai ekonomi desa.
Inilah yang membuat pengembangan desa wisata memiliki dimensi yang lebih luas.
Bukan sekadar mendatangkan orang dari luar.
Tetapi menciptakan perputaran ekonomi di dalam desa.

Belajar dari perjalanan panjang
Kesempatan tampil dalam 9th Annual Convention SPK juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui.
Apa yang hari ini terlihat sebagai sebuah destinasi, sesungguhnya dibangun dari proses panjang.
• Ada proses membangun kepercayaan masyarakat.
da proses mengubah cara pandang.
• Ada proses belajar melayani wisatawan.
• Ada proses mengembangkan produk.

• Ada proses memperbaiki kelemahan.

• Ada proses membangun jejaring.

• Dan ada proses meyakinkan banyak pihak bahwa desa memiliki kemampuan untuk mengelola potensinya sendiri.

Karena itu, kehadiran di Jakarta bukanlah garis akhir. Justru menjadi pengingat bahwa perjalanan masih panjang. Masih banyak potensi yang harus dikembangkan. Masih banyak masyarakat yang perlu dilibatkan. Masih banyak generasi muda yang harus diberikan ruang. Dan masih banyak cerita desa yang belum diketahui dunia.

Inspirasi bagi desa-desa Indonesia
Apa yang dilakukan Desa Wisata Kreatif Terong juga memberikan sebuah pesan kepada desa-desa lain di Indonesia.
• Tidak semua desa memiliki pantai yang sama.
• Tidak semua memiliki gunung.
• Tidak semua memiliki mangrove.
• Tidak semua memiliki perkebunan.
• Tidak semua memiliki tradisi yang sama.
Tetapi setiap desa pasti memiliki cerita.
• Cerita tentang alam.
• Cerita tentang budaya.
• Cerita tentang makanan.
• Cerita tentang manusia.
• Cerita tentang perjuangan.
• Dan cerita tentang perubahan.
Tantangannya adalah bagaimana menemukan cerita tersebut, menjaganya, kemudian mengemasnya menjadi pengalaman yang bernilai tanpa kehilangan jati diri.
Karena itu, desa wisata bukanlah tentang menciptakan sesuatu yang dibuat-buat agar terlihat menarik.
Desa wisata adalah tentang menemukan keunikan yang sudah dimiliki desa, kemudian mengelolanya dengan baik dan berkelanjutan.

Dari Terong untuk Indonesia
Terpilihnya Desa Wisata Kreatif Terong dalam kegiatan pameran dan business gathering 9th Annual Convention SPK di Auditorium SIS NEJ Jakarta menjadi sebuah catatan penting dalam perjalanan desa.
Bukan karena Desa Terong ingin menunjukkan bahwa dirinya paling hebat. Tetapi karena kesempatan tersebut memberikan ruang untuk mengatakan kepada lebih banyak orang bahwa **desa juga memiliki sesuatu yang layak diperkenalkan.
Bersama Desa Wisata Les, Desa Wisata Sudaji, dan Desa Wisata Krebet, Desa Wisata Kreatif Terong menjadi bagian dari sebuah perjumpaan yang memperlihatkan wajah lain pariwisata Indonesia: pariwisata yang tumbuh dari masyarakat, berakar pada budaya, dekat dengan alam, dan memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk menjadi pelaku utama.
• Dari Belitung menuju Jakarta.
• Dari sebuah desa menuju ruang nasional.
• Dari potensi lokal menuju jejaring yang lebih luas.
• Dan dari sebuah perjalanan panjang menuju peluang-peluang baru.
Pada akhirnya, perjalanan Desa Wisata Kreatif Terong bukan hanya tentang bagaimana mendatangkan wisatawan.
Lebih jauh dari itu, perjalanan ini adalah tentang bagaimana sebuah desa belajar percaya pada kekuatannya sendiri.
Karena ketika masyarakat mulai percaya bahwa desanya memiliki nilai, maka potensi yang sebelumnya terlihat biasa dapat berubah menjadi sesuatu yang luar biasa.
Dan ketika desa bergerak bersama, menjaga alam, merawat budaya, mengembangkan kreativitas, serta membuka diri terhadap kolaborasi, maka desa bukan lagi sekadar tempat yang dikunjungi.
Desa menjadi sumber inspirasi. Inilah semangat yang dibawa Desa Wisata Kreatif Terong dari Belitung ke Jakarta.

 

Posting Terkait